Natsir Terus Melanjutkan Berbagi Berkah


Selama empat tahun terakhir, Smile Train mencatat kisah Natsir, seorang relawan yang menjalankan misinya untuk membantu anak-anak Indonesia yang lahir dengan celah bibir dan langit-langit mendapatkan bantuan yang sangat mereka butuhkan. Di bawah ini adalah rangkuman singkat kisah Natsir yang begitu menginspirasi serta update terakhir.

Dua di antara ke empat anak laki-laki Natsir dilahirkan dengan celah bibir di desa pegunungan yang terpencil di Indonesia. Selama bertahun-tahun, Natsir merasa bahwa dia harus mengucilkan anak-anaknya dari banyak orang di masyarakat mereka. “Mereka hanya akan mengalami perundungan karena saya tidak mampu membiayai pembedahan untuk memperbaiki celah bibir mereka,” pikirnya.

Semuanya berubah ketika Natsir dan anak-anaknya bertemu seorang wisatawan yang merujuk mereka ke sebuah rumah sakit mitra Smile Train, dan tak lama kemudian, kedua anaknya menjalani pembedahan celah bibir secara cuma-cuma. Sejak hari itu, Natsir berkomitmen untuk menyebar kabar mengenai Smile Train dan berupaya mencari keluarga-keluarga lain yang membutuhkan perawatan celah bibir yang komprehensif.

Untuk menemukan anak-anak yang terkucilkan ini, Natsir melakukan perjalanan dari kota ke kota, dan menunggu berjam-jam di pasar dan sekolah setempat. Dia berbagi kisah Smile Train dan menunjukkan foto anak-anaknya, sebelum dan sesudah operasi celah bibir, kepada siapapun yang bersedia berhenti untuk mendengarkan dia.

Natsir menemani keluarga-keluarga yang berminat mendapatkan operasi celah bibir dan langit-langit cuma-cuma selama perjalanan panjang mereka, sering kali dengan bejalan kaki, ke mitra Smile Train setempat yang terdekat. Natsir tak pernah meninggalkan anak-anak selama proses tersebut – dia bahkan menemani mereka sepanjang malam sebelum operasi celah bibir, apabila mereka bangun dan ingin bertanya kepadanya.

Natsir mengatakan bahwa dia mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk membantu anak-anak dan keluarga-keluarga yang terdampak cacat celah bibir dan langit-langit, karena Smile Train membantu keluarganya mencapai sesuatu yang mustahil – masa depan yang cerah bagi anak-anaknya. Sekarang Alwi berusia 15 tahun dan bercita-cita menjadi dokter bedah celah bibir, sedangkan anaknya yang lain, Winner selalu menjadi juara kelas dan mempunyai banyak teman.

Sejak dia mulai menjadi relawan untuk advokasi Smile Train, 126 anak telah mempunyai senyum baru. Kata Natsir,”Hidup ini singkat dan inilah cara saya untuk membantu orang dalam waktu yang masih tersisa bagiku. Apabila Anda bisa membantu satu anak saja untuk tersenyum, banyak orang di sekitar anak itu akan merasa bahagia. Keluarga kami tidak mempunyai banyak harta, tapi di sekitar kami banyak orang yang merasa bahagia.”